Yogyakarta, 2 Agustus 2019
21:00
Yak,
aku lanjut yaa… setelah tadi naik ojek yang cukup bikin syok karena cukup ngeri
juga. Oiya di catatan perjalanku yang satunya nanti aku juga bakal cerita
perjalan ke gunung Sindoro yang mana disana dari basecamp menuju pos 1 juga
naik ojek. Bedanya di Sindiro pengemudi ada di depan sedang di sumbing ini
pengemudinya ada di belakang. Aduh map banget nih lupa ngefoto. Karena selain
perjalanan yang di malam hari, pada saat itu emang g niat buat foto-foto dan
fokus buat nikmatin keindahan gunung. Btw pada waktu itu ada momen lucu ketika
motor temenku yang berat badannya sudah satu kuintal cukup susah buat naik ke
beberapa tanjakan dan harus turun sebentar agar motor jadi kuat lagi jalan.
Okelah
langsung lanjut aja yaa, biar ga terlalu lama ngomongin ojek. Di pos 1 seperti
yang aku ceritakan sebelumnya, kami memang enggak niat buat istirahat terlalu
lama di sana dan emang pengen langsung aja jalan biar g terlalu dingin juga. Perjalan
langkah aku putuskan buat 15 menit jalan dan 2 menit rest biar jalan kami cenderung
teratur untuk menjaga stamina sekaligus mengatur ritme jalan. Pada waktu itu
leader yang paling depan aku, jadinya aku inget heheh. Perjalanan dari pos 1 menuju
pos 2 ini cukup asyik karena kami melewati vegetasi hutan yang rindang ditambah
langit yang pada waktu itu cerah jadinya kami ditemani dengan bintang-bintang
yang indah untuk dipandang. Kami di jalan juga sambil cerita-cerita nostalgia SMA
sekaligus gossip kabar teman-teman kami yang jadi trending topik di Angkatan. Selain
untuk menjaga agar tidak ngantuk ngobrol di jalan saat naik gunung juga untuk menjaga
kami agar tetap fokus.
Pendakian
kali itu cenderung tidak begitu ramai dan juga tidak sepi. Di jalan kami
menemui beberapa pendaki lain, baik yang pada waktu itu sedang turun atau naik
namun kami salip hehee. Kami sampai di pos 2 atau pos bayangan aku lupa dan
rehat cukup lama untuk rokok sekitar pukul 22:00. Kami putuskan untuk istirahat
sejenak buat menjaga stamina sekaligus buat liat langit yang emang bagus banget
pada waktu itu. Bintang-bintangnya cukup banyak dan terlihat pemandangan kota
dari lokasi kami istirahat tersebut. Mendengar 2- 3 lagu kami putar dengan hape,
kami juga ngemil makanan yang kami bawa, yak tul gula jawa, sebagai dopping
kami untuk memiliki stamina yang oke.
Pos 2- Pos 3
Pendakian
dari pos 2 sampai pos 3 ini cukup menantang karena jalanan sudah mulai nanjak
secara curam. Dan lebih asyik lagi vegetasi sudah mulai kurang, sehingga langit
semakin terlihat semakin jelas ditambah lampu-lampu yang ada di kota juga
semakin terlihat dari atas ketinggian ini. Beberapa jalan yang bercabang
membuat kami kadang bingung namun, karena emang setiap gunung bercabang dan pasti
menemui ujung yang sama kami sih santai aja. Selain itu jalan yang kami pilih
juga jalan yang paling besar diantara dua cabang atau lebih sehingga kami pede-pede
saja buat naik. Di perjalan ini kami
cenderung istirahat lebih sering, dan ritme kami rubah jadi 10 menit jalan 3-4
menit istirahat. Ya maklum , jalan naik dan membawa teman-teman yang sudah jarang
naik gunung pula wkwkw. Kami pun juga makin sering menemui pula pendaki lain
disini. Hal yang paling asyik saat naik gunung adalah ketika semua pendaki
seperti sudah menjadi saudara dan langsung akrab aja gitu tanpa ada syarat
apapun. Pada waktu itu kami bertemu dengan pendaki yang dari Jakarta, Bogor,
Solo dan pendaki pendaki lain yang bahkan aku lupa nanya dari mana mereka.
Sumbing, 3 Agustus 2020
Sampailah
kita di pos 3, dan tinggal naik sedikit lagi untuk sampai ke camping ground.
Jalan kami lempeng-lempeng dan cenderung banyak diam karena kami sudah mulai
ngantuk dan kedinginan jadi banyak diam dan fokus berdoa agar lekas sampai ke basecamp
untuk tidur, dan ngopi serta merokok serta bercerita mengenai masa depan asyik xixi.
Okelah singkat cerita kami sampai di basecamp yang ternyata sudah banyak tenda
ada disana. Kami putuskan untuk memilih tempat yang paling datar dan juga tempat
yang memiliki view paling bagus ketika pagi hari yaitu gunung sindoro yang ada
di seberang gunung sumbing ini.
Kami
bergerak cukup cepat pada waktu itu selain keburu kedinginan, kami juga sudah
cukup ngantuk, kami check jam sudah pukul 2 pagi pada saat tenda sudah dirikan
dan kawan kami buat api yang ditaruh di sebuah kaleng untuk menghangatkan
tubuh. Tidak lupa kami juga makan mie instan buat menunda lapar kita semua,
pada saat itu. Aku putuskan untuk tidur paling awal, karena kita yang akan
menuju puncak besok (tapi berujung aku sendirian yang naik puncak karena yang
lainnya mager dan stay aja di tenda untuk ngopi dan menikmati hari.
06:00
Pagi
hari, aku putuskan untuk bangun pagi tapi ya
balik tidur lagi karena penyakit naik gunung adalah mager. Tapi aku
terbangun di jam 6 pagi karena view pagi itu asik banget bisa melihat sunrise
sekaligus pemandangan gunung-gunung serta lautan awan yang selalu bisa membuat
kita untuk selalu bersyukur dengan segala penciptaan alam semesta ini. Okey karena
kawan-kawan yang lain benar-benar mager. Setelah sarapan mie instan dan ngopi
aku putuskan untuk naik dengan satu kawan yang mau menemani hingga pos 4 karena
dia ingin napak tilas pelantikan dulu di Sispala.
09:00
Perjalanan menuju puncak Sumbing terbilang cukup asyik
karena pasir jarang diketemui disini dan justru pemandangan-pemandangan yang
indah berupa bukit-bukit menjadi pemandangan utama selama perjalan. Dengan bermodalkan
minuman 1 botol saja aku putuskan untuk tetap naik meskipun baru pertama kali
ini naik ke puncak secara sendirian. Di jalan aku banyak merefleksikan tentang
hidup dan merasa bersyukur saja sudah sampai sejauh ini untuk berjuang
menggapai cita-cita. Di pos 4 aku sempat berhenti dan menginggalkan teman yang
pada waktu itu emang pengen istirahat disana saja ( aku akuin disini emang
bagus secara view maupun suasana) sangat asyik buat untuk berdoa maupun meditasi
yang mana temanku itupun melakukan itu. Okkey karena juga sudah terlalu panjang…
aku lanjut di part 3 ya, spoiler dikit disana aku bakal cerita mengenai bagaimana
puncak Sumbing dan kemageran yang berujung kami expant waktu pendakian kami jadi
3 hari untuk stay di camping ground (ada warungnya cuy seperti di Lawu ada mbok
yem) see you di part ….


