Powered By Blogger

Friday, December 18, 2020

Catatan Perjalanan : Pendakian Gunung Sumbing day 1 bagian 2

 

Yogyakarta, 2 Agustus 2019

21:00

            Yak, aku lanjut yaa… setelah tadi naik ojek yang cukup bikin syok karena cukup ngeri juga. Oiya di catatan perjalanku yang satunya nanti aku juga bakal cerita perjalan ke gunung Sindoro yang mana disana dari basecamp menuju pos 1 juga naik ojek. Bedanya di Sindiro pengemudi ada di depan sedang di sumbing ini pengemudinya ada di belakang. Aduh map banget nih lupa ngefoto. Karena selain perjalanan yang di malam hari, pada saat itu emang g niat buat foto-foto dan fokus buat nikmatin keindahan gunung. Btw pada waktu itu ada momen lucu ketika motor temenku yang berat badannya sudah satu kuintal cukup susah buat naik ke beberapa tanjakan dan harus turun sebentar agar motor jadi kuat lagi jalan.

            Okelah langsung lanjut aja yaa, biar ga terlalu lama ngomongin ojek. Di pos 1 seperti yang aku ceritakan sebelumnya, kami memang enggak niat buat istirahat terlalu lama di sana dan emang pengen langsung aja jalan biar g terlalu dingin juga. Perjalan langkah aku putuskan buat 15 menit jalan dan 2 menit rest biar jalan kami cenderung teratur untuk menjaga stamina sekaligus mengatur ritme jalan. Pada waktu itu leader yang paling depan aku, jadinya aku inget heheh. Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 ini cukup asyik karena kami melewati vegetasi hutan yang rindang ditambah langit yang pada waktu itu cerah jadinya kami ditemani dengan bintang-bintang yang indah untuk dipandang. Kami di jalan juga sambil cerita-cerita nostalgia SMA sekaligus gossip kabar teman-teman kami yang jadi trending topik di Angkatan. Selain untuk menjaga agar tidak ngantuk ngobrol di jalan saat naik gunung juga untuk menjaga kami agar tetap fokus.

            Pendakian kali itu cenderung tidak begitu ramai dan juga tidak sepi. Di jalan kami menemui beberapa pendaki lain, baik yang pada waktu itu sedang turun atau naik namun kami salip hehee. Kami sampai di pos 2 atau pos bayangan aku lupa dan rehat cukup lama untuk rokok sekitar pukul 22:00. Kami putuskan untuk istirahat sejenak buat menjaga stamina sekaligus buat liat langit yang emang bagus banget pada waktu itu. Bintang-bintangnya cukup banyak dan terlihat pemandangan kota dari lokasi kami istirahat tersebut. Mendengar 2- 3 lagu kami putar dengan hape, kami juga ngemil makanan yang kami bawa, yak tul gula jawa, sebagai dopping kami untuk memiliki stamina yang oke.

Pos 2- Pos 3

            Pendakian dari pos 2 sampai pos 3 ini cukup menantang karena jalanan sudah mulai nanjak secara curam. Dan lebih asyik lagi vegetasi sudah mulai kurang, sehingga langit semakin terlihat semakin jelas ditambah lampu-lampu yang ada di kota juga semakin terlihat dari atas ketinggian ini. Beberapa jalan yang bercabang membuat kami kadang bingung namun, karena emang setiap gunung bercabang dan pasti menemui ujung yang sama kami sih santai aja. Selain itu jalan yang kami pilih juga jalan yang paling besar diantara dua cabang atau lebih sehingga kami pede-pede saja buat naik. Di perjalan  ini kami cenderung istirahat lebih sering, dan ritme kami rubah jadi 10 menit jalan 3-4 menit istirahat. Ya maklum , jalan naik dan membawa teman-teman yang sudah jarang naik gunung pula wkwkw. Kami pun juga makin sering menemui pula pendaki lain disini. Hal yang paling asyik saat naik gunung adalah ketika semua pendaki seperti sudah menjadi saudara dan langsung akrab aja gitu tanpa ada syarat apapun. Pada waktu itu kami bertemu dengan pendaki yang dari Jakarta, Bogor, Solo dan pendaki pendaki lain yang bahkan aku lupa nanya dari mana mereka.

Sumbing, 3 Agustus 2020

            Sampailah kita di pos 3, dan tinggal naik sedikit lagi untuk sampai ke camping ground. Jalan kami lempeng-lempeng dan cenderung banyak diam karena kami sudah mulai ngantuk dan kedinginan jadi banyak diam dan fokus berdoa agar lekas sampai ke basecamp untuk tidur, dan ngopi serta merokok serta bercerita mengenai masa depan asyik xixi. Okelah singkat cerita kami sampai di basecamp yang ternyata sudah banyak tenda ada disana. Kami putuskan untuk memilih tempat yang paling datar dan juga tempat yang memiliki view paling bagus ketika pagi hari yaitu gunung sindoro yang ada di seberang gunung sumbing ini.

            Kami bergerak cukup cepat pada waktu itu selain keburu kedinginan, kami juga sudah cukup ngantuk, kami check jam sudah pukul 2 pagi pada saat tenda sudah dirikan dan kawan kami buat api yang ditaruh di sebuah kaleng untuk menghangatkan tubuh. Tidak lupa kami juga makan mie instan buat menunda lapar kita semua, pada saat itu. Aku putuskan untuk tidur paling awal, karena kita yang akan menuju puncak besok (tapi berujung aku sendirian yang naik puncak karena yang lainnya mager dan stay aja di tenda untuk ngopi dan menikmati hari.

06:00

            Pagi hari, aku putuskan untuk bangun pagi tapi ya  balik tidur lagi karena penyakit naik gunung adalah mager. Tapi aku terbangun di jam 6 pagi karena view pagi itu asik banget bisa melihat sunrise sekaligus pemandangan gunung-gunung serta lautan awan yang selalu bisa membuat kita untuk selalu bersyukur dengan segala penciptaan alam semesta ini. Okey karena kawan-kawan yang lain benar-benar mager. Setelah sarapan mie instan dan ngopi aku putuskan untuk naik dengan satu kawan yang mau menemani hingga pos 4 karena dia ingin napak tilas pelantikan dulu di Sispala.

09:00

            Perjalanan menuju puncak Sumbing terbilang cukup asyik karena pasir jarang diketemui disini dan justru pemandangan-pemandangan yang indah berupa bukit-bukit menjadi pemandangan utama selama perjalan. Dengan bermodalkan minuman 1 botol saja aku putuskan untuk tetap naik meskipun baru pertama kali ini naik ke puncak secara sendirian. Di jalan aku banyak merefleksikan tentang hidup dan merasa bersyukur saja sudah sampai sejauh ini untuk berjuang menggapai cita-cita. Di pos 4 aku sempat berhenti dan menginggalkan teman yang pada waktu itu emang pengen istirahat disana saja ( aku akuin disini emang bagus secara view maupun suasana) sangat asyik buat untuk berdoa maupun meditasi yang mana temanku itupun melakukan itu. Okkey karena juga sudah terlalu panjang… aku lanjut di part 3 ya, spoiler dikit disana aku bakal cerita mengenai bagaimana puncak Sumbing dan kemageran yang berujung kami expant waktu pendakian kami jadi 3 hari untuk stay di camping ground (ada warungnya cuy seperti di Lawu ada mbok yem) see you di part ….

           


Catatan Perjalanan : Pendakian Gunung Sumbing day 1

 

Yogyakarta, 2 Agustus 2019

Ini merupakan pendakian aku dan kawan-kawan untuk yang ke sekian kalinya untuk menaklukkan puncak-puncak yang ada di pulau jawa. Berawal dari ke mumetan akan pekerjaan yang nggak kunjung selesai, ditambah perkuliahan pada waktu itu yang sedang cukup gila aku putuskan untuk mencoba menjauh dari dunia dan sekedar mencoba untuk mencintai alam semesta dengan melakukan pendakian ke puncak sindoro. Hari itu adalah hari jumat dimana pendakian kali itu hanya diputuskan anatar jadi atau tidak cukup dengan 2 hari ketika 2 dari 3 teman pendakian kali itu sedang balik ke jogja karena sedang libur masa studinya. Teman ku itu berkuliah di UNJ dan yang satunya di STIS. Sedang kawanku yang satunya adalah mahasiswa UPN Yogykarta. Kami berempat merupakan kawan sejak kami masih ber sekolah di salah satu sekolah di Yogykarta.

            Kami putuskan awal pendakian dan berangkat dari jogja di hari jumat setelah sholat jumat agar ketika kami sampai ke Jogja Kembali masih ada hari untuk istirahat sebelum masuk ke hari kerja lagi (pendakian kami biasanya 2 hari 1 malam). Persiapan kami sebenarnya cukup sederhana dengan mencoba membuat list bawaan pada hari kamis, dan meminjam beberapa alat di hari itu dan kami lengkapi di hari berikutnya jumat pagi. Alat-alat cukup aman karena kami emang sering untuk naik gunung secara rutin, dan kami adalah anggota sispala pada saat kami masih SMA dulu. Persiapan paling lama adalah ketika kami mencoba membagi barang bawaan apa saja yang harus dibawa di antara tas carrier yang kami bawa. Aku putuskan membawa barang paling banyak karena secara fisik memang teman-temanku setelah lulus SMA memiliki tubuh yang makin gempal dan aku merasa pada waktu itu tubuhku cukup fit untuk membackup mereka hhehehe, saat itu memang aku juga masih rajin untuk nge gym dan juga rutin jogging setiap minggunya jadi secara fisik emang siap.

13:00  

Selepas sholat jumat kami bersiap di salah satu rumah kawan kami yang ada di daerah pakem. Kami putuskan berkumpul disanan karena secara letak rumah kami berempat memang yang paling mendekati Sumbing adalah rumahnya (padahal ini dalam rangka untuk mencari makan siang gratis dan bekal uang dari ibuknya kawanku itu). Diluar dugaan kami malah menghabiskan waktu terlalu lama di rumah temanku itu, yaa itu tadi kami disuguhkan makan dulu  dan diberikan beberapa wejangan sebelum kami berangkat). Perjalanan dari rumah kawanku tersebut menuju ke Sumbing sekitar 3 jam an kurang lebih. Kami berangkat dari Yogyakarta pada waktu itu pukul 15:15 selepas sholat ashar kami langsung berangkat berbocengan naik motor dengan 2 motor varioku dan temanku. Di perjalanan sebenarnya cenderung biasa saja, karena emang kami sering melalui jalan magelang hingga ke daerah wonosobo untuk mendaki beberapa gunung disana seperti Sindoro, Prau, Merbabu, Merapi dan lain-lain. Tenang akan aku ceritakan nanti satu persatu. Ditengah perjalanan ketika Magrib kami mampir sebentar untuk istirahat sekaligus sholat. Aku ingat kami berhenti di sekitar jalan perbatasan Magelang dengan Temanggung. Mungkin sudah masuk temanggung. Masjid hijau di pinggir jalan. Cerita yang paling menyebalkan disini adalah kawanku yang dari STIS tadi malah buang air dan kami malah berhenti lama disana.

18:30

            Long story short  asyikk, sok nginggris, jadi setelah istirahat sebentar itu aku langsung tuh lanjut, karena emang sudah cukup larut ya pada waktu itu dan cuaca sudah mulai dingin kalau kita berhenti terlalu lama malah jadi mager hehehe. Perjalanan sudah mulai tuh ketemu beberapa truk dan jalanan mulai naik-naik. Berdasarkan plang di pinggir jalan kami memang sudah masuk ke daerah parakan tempat dimana basecamp pendakia gunung sumbing ada. Oiya kami mendaki melewati jalur pendakian via Garung. Itu terletak tepat di perbatasan Temanggung dan Wonosobo. Jalur ini dinilai cukup indah dan enak karena selain viewnya yang indah pendakian nggak terlalu curam meskipun perjalanan cukup panjang dan menghabiskan waktu 8-10 jam pendakian. Setelah kami sampai di posko pendakian, bagiku sendiri posko ini merupakan posko yang paling baik karena semua peraturannya benar-benar strik terutama mengenai sampah. Setiap barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah di tulis dan ketika Kembali harus dilaporkan dan apabila menemui jumlah yang berbeda artinya kita membayar denda yang cukup lumayan.

20:15

            Kami sampai di posko garung sekitra pukul 8 malam. Kami langsung siap-siap sekaligus membeli sarung pada waktu itu yang memang diwajibakan di pendakian ini karean memang pada waktu kami mendaki adalah momen paling dingin di daerah tersebut dan bahkan bisa minus ketika dini hari. Okey kami putuskan untuk segera naik jalan saja. Perjalanan menuju pos 1 merupakan hal yang paling asyik karena di pendakian ini terdapat fasilitas ojek yang bis akita sewa untuk menuju pos 1 pendakian. Dan kalau kalian juga melihat youtube dari dzawin, ojek ini cukup gila karena di tengah jalan yang naik dan berjurang kecepatan dari motor ini sengeja dibuat untuk ngebut dan cukup ngeri-ngeri sedap yaa ini. (bisa kalian liat di yt dzawin tersebut). Ditambah dengan gelap malam dan udara yang dingin cukup, ditambah aroma tembakau yang ditanam di sekitaran jalan menambah keseruan pendakian ini. Oiya kalian hanya cukup membayar 25 ribu kalau nggak salah buat bisa naik ojek tersebut. Tapi ini lumayan banget daripada haru jalan karena bisa memotong waktu jalan sekitar 2 jam. Dengan ojek tersebut kita hanya perlu waktu 20 menit untuk sampai pos 1.

21:00

            Pos 1, kami memutuskan untuk jalan dari basecamp sekitar pukul 9 kurang seperempat dan kami sampai di pos 1 pukul 9 kurang lebih. Tanpa bas abasi sebelum udara yang terlanjur dingin pula kami putuskan untuk lanjut jalan lagi menuju ke lokasi camping ground di pos 4. Tulisan perjalannya aku lanjut di post selanjutnya yaa… see you

 


Catatan Perjalanan : Pendakian Gunung Sumbing day 1 bagian 2

  Yogyakarta, 2 Agustus 2019 21:00             Yak, aku lanjut yaa… setelah tadi naik ojek yang cukup bikin syok karena cukup ngeri juga...